Baru saja kemarin aku bertanya tanya, rumus ini bagaimana, kalo seperti ini teori mana yang dipakai, tak terasa waktu berlalu dan SIAK pun sudah memberi putusan final.
Aku cukup berbahagia dengan hasil yang keluar di SIAK. dan begitu banyak teman yang lebih bahagia dari aku,
ya karena ip mereka diatas tiga.
Nilai kita yang begitu terasa memuaskan sesungguhnya bukan karena kita, bukan karena kepala kita, bukan karena kehebatan kita, tapi karena ALLAH yang MAHA Berkehendak.
Dan harus kita akui ini adalah nikmat Allah. Kemurahan Allah yang dengan mudah menggerakan seluruh komponen yang mengelola nilai, hingga nilai kita begitu baik. Dengan begitu munculah sebuah pertanyaan, bagaimana kita harus menyikapi nikmat ini???
Manusia hidup di beri pilihan mau kemana dia bawa dirinya, apakah jalan kebaikan atau jalan keburukan. Begitu juga dalam menyikapi nikmat, we can chosee..
Mulai dari jalan keburukan,
Berkaca dari surat Al kahfi ayat 32-36
"
ya sifat buruk pertama yang harus kita waspadai adalah
1.sombong dan menghina orang alin atas nikmat yang kita dapat seperti pada surat alkahfi ayat 34
jauhkan lah sifat sombong dari diri kita ketika kita mendapat nikmat.
2.Merasa nikmat yang di dapat adalah kekal, Surat Al kahfi ayat 35
sepatutnya kita menyadari bahwa nikmat yang ALLAH beri adalah titipan, bukan kekekalan. Mungkin Nikmat nilai yang baik telah kita dapat saat ini, tapi itu tak akan lama, 6 bulan lagi nilai itu akan berubah. Bisa jadi meningkat atau bahkan menurun. Kita harus terus bersyukur, dengan cara berusaha maksimal mempertahankan nilai kita, bahkan meningkatkannya.
3.Merasa Nikmat yang diraih berasal dari diri sendiri, Surat Alkahfi ayat 36
Apakah kita meragukan kiamat? dan merasa kita akan dapat lebih baik,dan merasa semua ini karena kita??
apa kita merasa Ip yang cumlaude itu karena isi kepala kita, bukan,bukan saudaraku, tapi itu karena kebaikan ALLAH padamu.
Dan bagaimana harusnya kita menghadapi nikmat AllAH,
pertama Bersyukur Surat ibrahim ayat 7
Ya bersyukur dengan yang kita dapat, dan berusaha keras untuk meraih yang lebih baik lagi
Kedua, menjaga mulut dari kesombongan dan menghina orang lain.
Ketiga
Menyadari semua adalah milik Allah dan akan kembali pada AllAh
Belajarlah dari tukang parkir, setiap hari begitu banyak mobil masuk ke lahan nya, tapi ketika malam semua mobil itu pergi, menghilang, tapi apakah tukang parkir sedih atau marah. Tidak, Mengapa? karena iya sadar bahwa segala yang ada di depan matanya adalah titipan Allah dan akan kembali pada Allah.
waallahualam


